Pengalaman
adalah guru terbaik, begitu kata-kata yang saya ingat di catatan kaki buku
tulis ketika SD dulu. Benar saja, kali ini saya akan menceritakan pengalaman
yang belum saya lupakan dan sepertinya ingin tetap saya ingat sebagai
pelajaran. Sepenggal cerita ketika mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional
yang ke- 31 (PIMNAS 31). Bukan tentang bagaimana caranya saya dan tim bisa
lolos PIMNAS, karena kalau diusut lebih lanjut kami ya biasa-biasa saja. Banyak
yang tidak menyangka kami bisa lolos PIMNAS, kami pun begitu. Meskipun begitu,
saya percaya akan kekuatan doa dan usaha. Tidak ada yang kebetulan di dunia
ini, apalagi keberuntungan, semua atas kehendak-Nya.
Kembali pada topik yang akan saya
bahas, sepenggal cerita tentang PIMNAS 31 tapi saya rasa layak untuk saya
bagikan. Serangkaian acara PIMNAS 31 waktu itu selama beberapa hari di tanggal
28 Agustus- 2 September 2018. Saya akan fokus pada tanggal 30 September 2018, penilaian
poster dan hari pertama dimulainya presentasi. Di PIMNAS, ada dua hal yang
dinilai, yakni presentasi dan poster. Kategori kejuaraannya ada tiga, yakni
presentasi, poster dan juara favorit. Sebelum PIMNAS, semua tim harus
mempersiapkan poster untuk nantinya dipresentasikan dan dinilai. Presentasi
keseluruhan juga harus dipersiapkan, harus membuat presentasi PPT sendiri,
semenarik mungkin dan harus dicek berkali-kali.