Blogger templates

Pages

Jumat, 21 Juni 2019

SEPENGGAL CERITA PIMNAS 31: JANGAN MEREMEHKAN HAL KECIL DAN MEMINTA SEMUA ORANG MEMAKLUMINYA


Pengalaman adalah guru terbaik, begitu kata-kata yang saya ingat di catatan kaki buku tulis ketika SD dulu. Benar saja, kali ini saya akan menceritakan pengalaman yang belum saya lupakan dan sepertinya ingin tetap saya ingat sebagai pelajaran. Sepenggal cerita ketika mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional yang ke- 31 (PIMNAS 31). Bukan tentang bagaimana caranya saya dan tim bisa lolos PIMNAS, karena kalau diusut lebih lanjut kami ya biasa-biasa saja. Banyak yang tidak menyangka kami bisa lolos PIMNAS, kami pun begitu. Meskipun begitu, saya percaya akan kekuatan doa dan usaha. Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, apalagi keberuntungan, semua atas kehendak-Nya.
          Kembali pada topik yang akan saya bahas, sepenggal cerita tentang PIMNAS 31 tapi saya rasa layak untuk saya bagikan. Serangkaian acara PIMNAS 31 waktu itu selama beberapa hari di tanggal 28 Agustus- 2 September 2018. Saya akan fokus pada tanggal 30 September 2018, penilaian poster dan hari pertama dimulainya presentasi. Di PIMNAS, ada dua hal yang dinilai, yakni presentasi dan poster. Kategori kejuaraannya ada tiga, yakni presentasi, poster dan juara favorit. Sebelum PIMNAS, semua tim harus mempersiapkan poster untuk nantinya dipresentasikan dan dinilai. Presentasi keseluruhan juga harus dipersiapkan, harus membuat presentasi PPT sendiri, semenarik mungkin dan harus dicek berkali-kali.